"Cuit-cuit-ciit..." Seekor burung kecil terbang tinggi, mencari gunung yang dulu disebutnya rumah. Mencari beringin tempat ia belajar terbang. Mencari sungai yang dulu menangkapnya jika ia jatuh. Tapi yang tersisa hanya tanah cokelat, tunggul-tunggul pohon seperti nisan, dan papan bertuliskan "Pembangunan. Kemajuan. Masa Depan." Terinspirasi dari lagu "Bird Song" - Letto.
"Air tidak bersalah. Ia hanya patuh pada hukum fisika." Di atas genteng rumah yang terendam, Mbambung melawan narasi "bencana alam" yang menutupi keserakahan manusia. Sebuah cerita tentang kebenaran, korupsi bantuan bencana, dan hutan yang…